Mengatasi Penyakit Cekrek

Mengatasi Penyakit Cekrek

Nur Rohman

Penyakit Cekrek pada Ayam: Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya

Penyakit cekrek, atau chronic respiratory disease (CRD), adalah infeksi saluran pernapasan yang sering menyerang ayam, terutama pada peternakan dengan populasi tinggi dan kondisi lingkungan yang tidak memadai. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum yang dapat memengaruhi produktivitas ayam, menyebabkan pertumbuhan yang terhambat, dan meningkatkan risiko kematian (Diyantoro & Pribadi, 2019).

1. Gejala Penyakit Cekrek

Gejala yang biasa terlihat pada ayam yang terinfeksi penyakit cekrek antara lain:

  • Kesulitan bernapas disertai suara ngorok  di malam hari,
  • Keluarnya lendir transudat bening (catarrhal) dari rongga hidung,
  • radang conjunctiva, Batuk dan bersin,
  • Penurunan nafsu makan dan energi,
  • Produksi telur menurun pada ayam petelur (Widianingrum dkk., 2022)

2. Penyebab Utama dan Faktor Risiko

  • Infeksi Bakteri Mycoplasma gallisepticum: Bakteri ini menular melalui kontak langsung dengan ayam yang terinfeksi atau melalui peralatan yang terkontaminasi.
  • Kondisi Lingkungan: Ventilasi yang buruk, kelembapan tinggi, serta kebersihan kandang yang rendah menjadi faktor risiko utama infeksi.
  • Stres pada Ayam: Faktor-faktor seperti kepadatan kandang, suhu ekstrem, dan perubahan pakan yang mendadak meningkatkan kerentanan ayam terhadap penyakit.

3. Dampak Ekonomi di Industri Peternakan

Penyakit cekrek dapat berdampak negatif pada industri peternakan unggas, antara lain:

  • Penurunan Produktivitas: Ayam yang sakit menunjukkan penurunan berat badan dan produksi telur yang signifikan.
  • Pengeluaran untuk Pengobatan: Pengobatan antibiotik menambah biaya produksi.
  • Risiko Kematian: Infeksi ini dapat menyebabkan kematian, terutama pada ayam usia muda yang lebih rentan (Widianingrum dkk., 2022)

4. Pencegahan dan Pengendalian

Pencegahan penyakit cekrek melibatkan beberapa langkah, yaitu:

  • Kebersihan Kandang: Menjaga kebersihan kandang dan memastikan ventilasi cukup dapat mengurangi risiko infeksi.
  • Isolasi Ayam yang Terinfeksi: Memisahkan ayam yang menunjukkan gejala untuk menghindari penularan.
  • Pemberian Vaksin: Vaksinasi dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh ayam terhadap infeksi pernapasan.
  • Mengelola Stres pada Ayam: Menjaga kestabilan lingkungan dapat mengurangi stres dan risiko infeksi.

5. Pengobatan

Untuk ayam yang sudah terinfeksi, antibiotik seperti doxycycline dan tylosin bisa membantu mengurangi gejala. Penggunaan antibiotik harus sesuai dengan petunjuk ahli untuk menghindari resistensi (Zalizar, Rahayu, & Mahmud, 2022).


Daftar Pustaka

  1. Diyantoro, & Pribadi, E. S. (2017). Analysis of Mycoplasma gallisepticum Infection Factors in Commercial Layer Chicken Farm Using Analytical Hierarchy Process. Journal of Vocational Health Studies, 1, 44–49.
  2. Widianingrum, D. C., Prakoso, S. A., Rohma, M. R., Hunafah, M. F., Iqbal, M., & Yusantoro, D. (2022). Penyakit Chronic Respiratory Disease (CRD): Etiologi, Patogenesis, Gejala Klinis, Patologi, Epidemiologi, Diagnosa, Pengobatan dan Kontrol Pencegahan. Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Jember.
  3. Zalizar, L., Rahayu, I. D., & Mahmud, A. (2022). Modul Manajemen Kesehatan Unggas.

Silahkan hubungi admin kami untuk konsultasi mengenai peternakan anda:

Artikel Baru Kami

Lalat pada Peternakan

10 Desember 2024

Perubahan Iklim terhadap Sapi

23 November 2024

Mencegah dan Mengatasi ILT

2 November 2024

Mengatasi Cholera Pada Unggas

29 Oktober 2024

Tingkatkan Produksi Susu

26 Oktober 2024